SELAMAT DATANG DI BLOGGER TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
SELAMAT DATANG DI BLOGGER MATA KULIAH TEKNIK PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

BAB 7 - Pengantar Analisis Sistem Pengeringan Alas Tetap



Han Oktariansyah ~ 05021181520015
Syaeful Arifin ~ 05021181520014
Wahyu Surya ~ 05021381520058
Cindy Claudia ~ 05021381520049


Proses Pengeringan
      
        Udara pengering bergerak dari dasar ke alas-alas. Pertukaran kadar air dari biji ke udara terjadi pada kedalaman yang tetap atau pada daerah bijian. Pada awal proses pengeringan, daerah pengeringan terdapat pada dasar alas.  Setelah pengeringan berlangsung terus, daerah ini bergerak keatas, dan bila daerah ini telah melampaui semua bijian, keseluruhan massa bijian dikeringkan dalam keseimbangan dengan udara pengering. Bijian dibawah daerah pengeringan mencapai kondisi kesetimbangan dengan udara yang masuk dan memiliki kandungan air sebesar Me.

         Terdapat dua gradien yang melintasi daerah pengering yaitu : Gradien kadar air dari Me ke Mo dan Gradien suhu dari Ta ke Tg.

Kesetimbangan Panas untuk Pengeringan

((Q x 60)/v) Ca (Ta – Tg) t = hfg (DM)(Mo-Me)

  1. Parameter-parameter Persamaan Kesetimbangan Panas
  2. Laju aliran udara
  3. Suhu udara dan volume spesifik
  4. Peta suhu bola basah
  5. Suhu udara plenum dan volume spesifik
  6. Kondisi udara luar
  7. Panas penguapan
  8. Bahan kering
  9. Kadar air bijian
  10. Analisa pengering alas dalam
  11. Perbandingan kadar air
MR = 2D / (2D + 2Y -1)

MR = (M – Me) / (Mo – Me)
    12. Faktor kedalaman
DM’ = (Cfm x 60 Ca (Ta – Tg) t1/2) / (Vhfg (Mo – Me))
    13. Satuan waktu
Y = t / (t1/2)
    14. Daerah pengeringan
    15. Pengaruh t1/2
    16. Eksploitasi kurva pengering total

Keterangan :

v = volume spesifik

ca = panas spesifik udara (kj/kg.ºC)

Ta = suhu udara didalam plenum

Tg = suhu udara yang meninggalkan massa bijian

t = waktu

DM = kandungan bahan kering

Mo = lengas air awal basis kering

Me = lengas air akhir (kesetimbangan) basis basah

DM’ = kandungan bahan kering dari satu faktor kedalaman

Cfm = aliran udara


Parameter-Parameter Persamaan Kesetimbangan Panas 


1. Laju Aliran Udara
       Laju aliran udara atau (Q) melalui suatu sistem pengeringan bisa diperoleh dengan menggambar kurva sistem  versus kursa kipas angin, seperti telah dijelaskan pada bab 6. Laju aliran udara ke sistem yang bekerja bisa juga diperoleh dengan pengukuran tekanan statis pada sistem dan menghitung aliran udara dari tekanan.
2. Suhu Udara dan Volume Spesifik
     Volume spesifik udara (v) dan penurunan suhu melalui massa bijian (Tn –Tg) diperoleh dari diagram psikrometrik. Sebelum nilai-nilai ini dapat ditentukan, dipilih kondisi udara sekitar daerah tersebut serta musim yang berlaku. Nilai yang ini mempunyai pengaruh penting pada perhitungan-perhitungan, terutama bila udara biasa digunakan untuk pengeringan.
3. Peta Suhu Bola Basah
       Waite dan Bern (1987) dan Schmidt and Waite (1962) menggambarkan peta-peta daerah Amerika Serikat dan Kanada Selatan  yang menunjukkan garis-garis dengan suhu sama untuk tiap bulan dalam satu tahun dari rat-rata suhu bola basah dan rata-rata penurunan suhu bola basah beserta simpangan bakunya. 



4. Suhu Udara Plenum dan Volume Spesifik
      Kondisi  udara pada plenum yang merupakan masukan (input) pada persamaan (7.1) tergantung pada apakah udara telah mengalami pemanasan. Selama pengeringan udara alami, udara tidak dipanaskan dan kondisi plenum dan sekitarnya dianggap sama.
5. Kondisi Udara Luar
        Data kadar air kesetimbangan ditunjukkan sebagai garis-garis dengan suhu yang sama pada gambar kadar air versus kelembaban relatif. 

6. Panas Penguapan
Panas yang diperlukan untuk menguapkan satu pound air dari bijian adalah merupakan fungsi kadar air bijian dan suhu dimana terjadi penguapan. Melintasi daerah pengeringan, penguapan terjadi pada suhu dan kadar air biji yang berubah terus menerus Oleh sebab itu nilai panas penguapan juga berubah terus. Panas penguapan tertinggi terjadi pada bagian bawah dari daerah pengeringan dimana kadar air bijian adalah paling rendah dan panas penguapan paling rendah terjadi pada bagian atas dari daerah pengeringan dimana kadar air bijian adalah tertinggi.
7. Bahan Kering
       merupakan jumlah bahan kering didalam wadah.  Jika kehilangan bahan kering karena diabaikan, kandungan bahan kering akan sama pada awal dan akhir proses pengeringan. Oleh sebab itu, penting sekali jumlah bahan kering awal pada proses pengeringan dapat dihitung. 
8. Kadar Air Bijian
     Pernyataan kadar air Me dan Mo (berbasis kering, desimal) menyatakan kadar air pada awal pengeringan dan kadar air saar bijian mencapai kesetimbangan dengan kondisi udara pada plenum (Me). Bila pengeringan dilaksanakan pada alas yang dalam (beberapa kali dari kedalaman daerah pengeringan), daerah pengeringan berada didekat bagian atas massa bijian pada akhir operasi dan keselutuhan massa bijian mempunyai kadar air.
Terimakasih telah datang ke blog saya, semoga bermanfaat dan berkah ilmunya,

BAB 3 - Struktur Komposisi dan Sifat Biji - Bijian

Image result for Biji bijian


Han Oktariansyah ~ 05021181520015
Syaeful Arifin ~ 05021181520014
Wahyu Surya ~ 05021381520058
Cindy Claudia ~ 05021381520049


Struktur Komposisi dan Sifat Biji - Bijian

        Kita ketahui bersama bahwa hasil pertanian sebagian besar itu berupa biji - bijian yang danggap sebagai bahan pangan atau pakan ternak, banyak cara dilakukan agar bisa bertahan lama biji-bijian tersebut baik itu dilakukan dengan proses penyimpanan dan pengeringan. Biji-bijian sendiri merupakan sumber kebutuhan utama baik manusia maupun hewan didunia. biji-bijian banyak mengandung pati, sumber protein dan minyak yang berguna untuk sumber energi. 
      Biji-bijian dapat diartikan sebagai kelompok padi-padian atau serealia. Dalam pengertian ini biji-bijian dihasilkan oleh famili rerumputan yang kaya karbohidrat sehingga dapat dikonsumsi sebagai makanan pokok. Contoh dari biji-bijian serealia yaitu padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays) , gandum (Triticum sp.), cantel atau sorghum (Sorghum sp.), serta biji-bijian lain yang jarang dijumpai di Indonesia seperti : barley (Hordeum vulgare), rye (Secale cereale), dan padi liar (Zizania aquatic) (Nurnafitrisni, 2010).
        Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) merupakan pangan penting bagi lebih dari 750 juta orang di daerah tropis beriklim kering di Afrika, India, dan Amerika Latin (FSD 2003, Reddy et al. 2007). Di Afrika, biji sorgum dikonsumsi dalam bentuk olahan roti, bubur, minuman, berondong, dan kripik (Dicko et al. 2006). Di India, tepung sorgum dibuat roti bahan chapati, yang merupakan makanan pokok masyarakat pedesaan. Di Indonesia sorgum merupakan tanaman sereal pangan ke tiga setelah padi dan jagung, namun penggunaannya sebagai bahan pangan menurun tajam setelah ketersediaan beras mencukupi dengan relatif dan harga murah.

sumber : Hubbard et al. 1968




Link download file Sorghum == > Struktur komposisi Sorghum <== 


         Kacang - kacangan merupakan buah bersel tunggal dan berbiji tunggal dengan kulit luar yang keras. Kacang-kacangan mempunyai struktur yang hampir sama dengan serealia (biji-bijian). kacang-kacangan biasanya mengandung sedikit sekali glukosa dan fruktosa tetapi cukup mengandung rafinosa, stakiosa, dan verbakosa. Berbagai komoditas dari kacang-kacangan yang telah banyak dikenal yakni kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah dll. 

Struktur kacang hjau

Komposisi kimia biji-bijian (serealia)
          

Sifat fisik biji-bijian (serealia)

Link Download File Kacang-kacangan ==> Download file <==

      Pengetahuan terhadap komposisi, struktur dan nilai sifat sifat bijian akan sangat penting untuk dipahami karena secara langsung berhubungan dengan sifat sifat pengeringan dan penyimpanan biji-bijian. Struktur dari biji bijian akan mempengaruhi laju pengeringan contohnya bijian yang mempunyai ujung kepala yang retak akan lebih cepat kehilangan uap air dibandingkan ujung kepala yang utuh. Komposisi biji mempengaruhi sifat penyerapan uap air, contohnya biji-bijian yang mengandung kadar protein yang tinggi memiliki kandungan kadar air kesetimbangan yang rendah. Ukuran dan berat dari bijian juga mempengaruhi sifat pengeringan misalnya biji jagung akan kering lebih lambat dibandingkan gandum karena mempunyai berat dan diameter ekuivalen yang besar.

Terimakasih telah datang ke blog saya, semoga bermanfaat dan berkah ilmunya,

BAB 6 - Aliran Udara pada Pengering

Image result for pengeringan biji bijian




Han Oktariansyah ~ 05021181520015
Syaeful Arifin ~ 05021181520014
Wahyu Surya ~ 05021381520058
Cindy Claudia ~ 05021381520049


ALIRAN UDARA PADA PENGERING


          Udara digunakan sebagai sistem untuk melaksanakan beberapa fngsi. Udara juga digunakan untuk membawa bahan kimia kedalam sistem untuk pengendalian tumbuhnya mikroorganisme. dalam memahami prinsip dasar pergerakan udara dan sifat-sifar peralatan penggerak udara sangat penting. 


TAHANAN TERHADAP ALIRAN UDARA

          Tahanan bijian terhadap aliran udara
          Bila udara dialirkan melalui suatu lapisan bijian, tahanan terhadap suatu aliran yang disebut sebagai penurunan tekanan, dan akan terbentuk sebagai hasil kehilangan energi melalui gesekan dan tuebulensi. Laju suatu aliran udara bisa dinyatakan sebagai laju aliran suatu massa, satuan ini bisa d sederhanakan lagi menjadi satuan yang menggambarkan kecepatan sesungguhnya. Kecepatan itu ialah dari udara yang dapat dihitung dengan mempertimbangkan persentasi ruang pori pada massa bijian. 

Rumusnya sebagai berikut :

 ∆PI = a Qa2[ln(1+bQa)]


    Bila udara dialirkan ke massa bijian melalui lantai logam berlubang, maka akan terbentuknya penurunan tekanan yang melintang pada logam tersebut. dan apabila luasan lubang sebesar 10% atau lebih luas dari permukaan total, maka penurunan tekanan melalui lubang kemungkinan akan kecil dibandingkan dengan penurunan tekanan melalui massa bijian, serta dapat diabaikan.Tekanan statis dan kecepatan dapat saling dipertukarkan dan salah satu bsia berkurang atau bertambah pada titik titik pada pipa alir dimana luas penampang melintang menjadi lebih kecil atau lebih besar. Udara bergerak melalui pengering dari kipas angin menuju plenum. Kecepatan udara pada plenum biasanya cukup kecil sehingga tekanan karena kecepatan dianggap nol. Tekanan total dab tekanan statis pada plenum jadi sama.Kehilangan total tekanan pada sistem pipa alir yang menghubungkan kipas angin dengan plenum adalah kehilangan gesekan atau kehilangan dinamis. Sistem pengering bijian dirancang berdasarkan tekanan statis.

Komponen Susunan Seri 
          Suatu kurvva yang digambarkan sebagai penurunan tekanan aliran udara disebut kurva sistem. 

Kipas Angin
        Kipas angin merupakan penggerak udara yang diinginkan pada sistem udara yang digunakan pada sstem pengkondisian bijian. kipas angin dikelompokkan menjadi kipas angin aksial dan kipas angin sentrifugal.



  1. Kipas Angin Aksial
Baling-baling kipas angin aliran aksial langsung disambungkan dengan poros motor, motor disambungkan didalam suatu tabung yang berfungsi sebagai rumah kipas dan rumah motor.


      2. Kipas Angin Sentrifugal






Terimakasih telah datang ke blog saya, semoga bermanfaat dan berkah ilmunya,

BAB 4 - Sifat-sifat Udara Pengering


Han Oktariansyah ~ 05021181520015
Syaeful Arifin ~ 05021181520014
Wahyu Surya ~ 05021381520058
Cindy Claudia ~ 05021381520049



     

          Psychrometric Chart merupakan hasil karya jenius peninggalan kakek moyang kita yang berhubungan dengan karakteristik udara. Chart Psikometrik merupakan tampilan secara grafikal sifat thermodinamik udara antara lain suhu, kelembaban, enthalpi, kandungan uap air dan volme spesifik. dalam Chart ini dapat langsung diketahui hubungan antara berbagai parameter udara secara cepat dan persisi, baik yang berkatan dengan sifat fisik udara maupun sifat thermiknya. 

7 (tujuh) parameter udara trpenting yang digunakan untuk keperluan perancangan air conditioning . Chart yang digunakan sebagai acuan adalah chart psikometrik yang disusun oleh Carrier dengan mengacu pada kondisi atmosfir normal. 
1. Dry-bulb Temperature (DB)

       Dry-bulb (DB) adalah suhu udara ruangan yang diperoleh melalui pengukuran dengan Slink Psikrometer pada theremometer dengan bulb kering. Suhu DB diplotkan sebagai garis vertikal yang berawal dari garis sumbu mendatar yang terletak di bagian bawah chart. Suhu DB ini merupakan ukuran panas sensibel. Perubahan suhu DB menunjukkan adanya perubahan panas sensibel.

2. Wet-bulb Temperature (WB) 
      Wet-bulb (WB) adalah suhu udara ruang yang diperoleh melalui pengukuran dengan Slink Psikrometer pada theremometer dengan bulb basah. Suhu WB diplotkan sebagai garis miring ke bawah yang berawal dari garis saturasi yang terletak di bagian samping kanan chart. Suhu WB ini merupakan ukuran panas total (enthalpi). Perubahan suhu WB menunjukkan adanya perubahan panas total.

3. Dew-point Temperature (DP)
      Suhu Dew-bulb adalah suhu di mana udara mulai menunjukkan aksi pengembunan ketika didinginkan. Suhu DP ditandai sebagai titik sepanjang garis saturasi. Pada saat udara ruang mengalami saturasi (jenuh) maka besarnya suhu DB sama dengan suhu WB demikian pula suhu DP. Suhu DP merupakan ukuran dari panas laten yang diberikan oleh sistem. Adanya perubahan suhu DP menunjukkan adanya perubahan panas laten atau adanya perubahan kandungan uap air di udara.

4. Spesific Humidity (W)
          Spesific humidity adalah jumlah kandungan uap air di udara yang diukur dalam satuan grains per pound udara, (7000 = 1 pound)dan diplotkan pada garis sumbu vertikal yang ada di bagian samping kanan chart. Relative Humidity (% RH)%RH merupakan perbandingan jumlah actual dan jumlah maksimal (saturasi) dari uap air yang ada pada suatu ruang atau lokasi tertentu. 100% RH berarti saturasi dan diplortkan menurut garis saturasi. Untuk ukuran yang lebih kecil diplotkan sesuai arah garis saturasi. Enthalpi (H) Enthalpi adalah jumlah panas total dari campuran udara dan uap aire di atas titik nol. Dinyatakan dalam satuan Btu/lb udara. Harga enthapi dapat diperoleh sepanjang skala di atas garis saturasi Specific volume (SpV) Specific volume atau volume spesifik adalah kebalikan dari berat jenis, dinyatakan dalam ft3/lb. Garis skalanya sama dengan garis skala bola basah (wet bulb)


Video Perhitungan Tabel Psikometrik



Kelembaban Relatif dan Kelembaban Mutlak

        Kelembaban relatif atau kelembaban nisbi didefinisikan sebagai perbandingan antara tekanan parsial uap air yang ada di udara dengan tekanan uap jenuh pada suhu yang sama.

 dimana : RH    = Kelembaban Relatif (%)
                P       = Tekanan Parsial uap air pada suhu T (atm)
                Ps     = Tekanan uap air jenuh pada  suhu (atm)
                T       = Suhu atmosfir (oC)

     Dalam keadaan seimbang dengan bahan pangan, maka hubungan antara aktivitas air dengan kelembaban relatif dapat ditulis sebagai berikut :


dimana : RHs    = Kelembaban relatif dalam keadaan kesetimbangan (%)
               Ps       = Tekanan uap jenuh (atm)

          Selain kelembaban relatif, dikenal pula kelembaban mutlak (H) yang didefinisikan sebagai besaran yang digunakan untuk menentukan jumlah uap air di udara. Untuk menentukan kelembaban relatif dan kelembaban mutlak dapat digunakan peta psikrometrik (Psychrometric Chart) yaitu suatu peta yang menggambarkan hubungan antara kelembaban udara dengan suhu dan entalpi. Berbagai alat pengukur kelembaban relatif yang secara langsung dapat digunakan dengan ketelitian cukup tinggi antara lain Sling psychrometer dan higrometer.

BAB 5 - Kandungan Air Keseimbangan (Equilibrium Moisture Content)

 
Han Oktariansyah ~ 05021181520015
Syaeful Arifin ~ 05021181520014
Wahyu Surya ~ 05021381520058

Cindy Claudia ~ 05021381520049


KANDUNGAN AIR KESEIMBANGAN (EquilibRium Mouisture Content)


       Kadar air kesetimbangan (Me) merupakan fungsi dari temperature, dan juga merupakan fungsi dari kelembaban nisbi. jika kelembaban nisbi semakin rendah, maka semakin rendah juga kadar air kesetimbangan. suatu bahan terdiri dari bahan tersebut dan air yang dikandungnya. jadi massa total bahan adalah massa bahan tersebut (disebut massa kering) ditambah dengan massa air yang dikandungnya. 
        Kandungan air (Moisture content) MC dalam suatu bahan adalah massa air yang dikandung dibagi dengan massa total, moisture content ini disebut sebagai MC basis basah. Sedangkan MC basis kering adalah massa air yang dikandung dibagi dengan massa kering bahan. Terdapat tiga jenis air yang dikandung oleh suatu bahan yaitu air hydrasi, air terikat dan air bebas. 
1. Air Hydrasi adalah air yang secara kimia terikat dengan bahan pada umumnya tidak 
    dimasukkan dalam kandungan air, tapi dianggap sebagai bagian integral dari bahan. Jadi      pada umumnya masa air ini termasuk kedalam massa kering.

2. Air terikat adalah air yang diikat oleh bahan karena adanya efek kapiler dan ikatan                   hydrogen, gaya van der waals dan ikatan-ikatan ion dan polar.

3. Air bebas adalah air yang dikandung oleh bahan dan terlarut dalam bahan karena adanya      rongga dan kapiler yang lebar dalam bahan. Jadi kandungan air yang paling kuat diikat         oleh bahan, bahkan disebut sebagai bagian integral bahan adalah ar hydrasi. Sedangkan         yang diikat secara lebih lemah adalah air terikat, tekanan uap dari air yang dikandung ini       kurang dari tekanan uap air murni. dan tentu saja kandungan air yang paling diikat paling 
    lemah oleh bahan adalah air bebas. 
  
        Tekanan uap kandungan air ini adalah sama dengan tekanan uap dari air murni. Jika suatu bahan disimpan dalam suatu tempat pada suhu dan kelembaban relatif RH yang konstant maka kadar air bahan tersebut akan menuju suatu keseimbangan dengan lingkungannya. Kadar air ini disebut sebagai kadar air keseimbangan (Equilibrium Moisture Content = EMC). jadi EMC adalah kandungan air dari suatu bahan yang disimpan di suatu tempat dalam jangka waktu yang tak terhingga. seperti disebutkan diatas, EMC ini tergantung pada suhu dan RH lingkungan. Jika suatu bahan yang sudah mencapai keseimbangan dengan suatu lingkungan dipindahkan ke lingkungan dengan suu yang atau RH yang berbeda maka bahan tidak berkeseimbangan dengan lingkungan tersebut. misalnya jika lingkungan yang baru tersebut lebih panas atau RH lebih kecil maka air dalam bahan akan menguap atau MC-nya akan turun dan dalam waktu yang tak hingga akan mencapai EMC baru.
         Aktivitas air (AW) menunjukkan jumlah air bebas di dalam pangan yang dapat digunakan oleh mikroba untuk pertumbuhannya. Nilai aw pangan dapat dihitung dengan membagi tekanan uap air pangan dengan tekanan uap air murni. Jadi air murni mempunyai nilai aw sama dengan 1. Nilai AW secara praktis dapat diperoleh dengan cara membagi % RH pada saat pangan mengalami keseimbangan kadar air dibagi dengan 100. Sebagai contoh, jika suatu jenis pangan mempunyai AW = 0,70, maka pangan tersebut mempunyai keseimbangan kadar air pada RE 70%, atau dengan perkataan lain pada RE 70% kadar air pangan tetap.
         Proses kesetimbangan kadar air akan berjalan secara otomatis, karena itu sifat ini sangat penting pada proses pengeringan. Dalam arti, penentuan kadar air yang dilakukan pada saat pengeringan, harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat bahan akan disimpan, mengingat pada akhirnya kadar air bahan tersebut akan mencapai kesimbangan. Dengan demikian, proses pengeringan dapat berlangsung secara efisien.
    Kadar air dan kelembapan ruang penyimpanan merupakan faktor penyebab kerusakan fisika yang harus selalu diperhatikan selama penyimpanan. Kadar air pakan biasanya menyesuaikan diri dengan kelembapan lingkungan, hingga terjadi kesetimbangan antara kadar air pakan dan kelembapan lingkungan. Cairan di dalam pakan akan tertarik keluar apabila kelembapan lingkungan penyimpan relatif rendah. Kadar air dan kelembapan merupakan pemicu tumbuhnya jamur dan serangga. Jamur dan aktifitas serangga pada pakan akan meningkatkan suhu lingkungan
       Pada tahun 1871 Kelvin membuat model penyerapan kadar airbahan padat dengan menganggap pencairan secara kapiler didalam pori – pori. Hubungan antara tekanan uap pada cairan secara kapiler (Pv) dan tekanan uap jenuh pada suhu yang sama (Pvs) adalah dasar teori pencarian kapiler.
ln (Pv/ Pvs) = – (2 τ V Cos α / r Ro Tabs)
Persamaan Langmuir, persamaan ini menjelaskan bahwa penyerapan lapisan tunggal dari uap air pada permukaan bagian dalam kulit bijian dalam terminology gaya – gaya kimia yang tidak seimbang.
V= Vm (h Pv / l +h Pv)
Keterangan:
V= volume uap air yang diserap secara isothermal oelh bijian
Vm= volume uap air yang diserap saat permukaan bijian tertutup penuh molekul lapisan  tunggal

Persamaan BET, yaitu permukaan bagian dalam kulit bijian dianggap sebagai susunan sisi penyerapan spesifik dan setiap sisi mampu menyerap lebih dari satu molekul air.
Pv/ V (Pvs – Pv) = (l/ Vmc) + (c – 1/ Vmc) (Pv/ Pvs)
Keterangan:
C= konstanta produk
Persamaan Harkins – Jura, yaitu total kerja yang diperlukan untuk menyerap atau melepas suatu molekul dapat dianggap samadengan jumlah kerja yang diperlukan oleh suatu molekul uap untuk mengatasi kekuatan medan, ditambah kerja untuk kondensasi.
ln (Pv/ Pvs) = d – (e/V2)
Keterangan:
d dan e= konstanta produk
Persamaan GAB, yaitu persamaan penyerapan isothermal GAB dikembangkan darii teori penyerapan fisik Langmuir dan BET.
M = (Mm g f) / [(1 – f Pv/ Pvs) ((1 – f Pv/ Pvs + gf Pv/ Pvs)
Persamaan Henderson, yaitu suatu bentuk hubungan penentauan EMC bijian.
1 – Pv/ Pv = exp (-h Tabs Mi)
1 – Pv/ Pv = exp [-K (T + C) (100 M)N]
Persamaan Chung, yaitu sering digunakan untuk memperkirakan nilai – nilai EMC untuk bijian.
M = E – F ln [- (T + C) ln (Pv/ Pvs)]


BAB 2 - PENGERINGAN BIJI - BIJIAN

Image result for biji-bijian

Han Oktariansyah ~ 05021181520015
Syaeful Arifin ~ 05021181520014
Wahyu Surya ~ 05021381520058
Cindy Claudia ~ 05021381520049


PENGERINGAN BIJI - BIJIAN

          Sebelum kita masuk materi pengeringan biji - bijian, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu pengeringan biji - bijian.
            Pengeringan biji-bijian merupakan proses pengurangan kandungan air yang terdapat dalam biji-bijian tersebut. penanganan pasca panen ini telah dikenal dari zaman dahulu. Pada zaman dahulu pengeringan biasanya digunakan untuk memperlama proses pembusukan atau mengawetkan bahan pangan agar dapat dikonsumsi ketika musim tertentu. Pada masa sekarang selain bertujuan untuk meningkatkan umur simpan dari hasil pertanian dan juga menaikkan harga jual dari hasil pertanian tersebut. Penurunan kandungan air pada biji-bijian akan menghambat pertumbuhan mikroba dan kerusakan pangan oleh enzim, inilah kenapa biji-bijian yang telah dikeringkan dapat disimpan lebih lama pada suhu ruang dibandingkan dengan biji-bijian segar yang masih banyak mengandung air. Sehingga dengan pengeringan, penurunan mutu pada biji-bijian dapat diperlambat.


Proses Pengeringan 

Terdapat tiga kategori pengeringan, sebagai berikut :

1. Pengeringan Pada Tekanan Atmosfir 

        Pengeringan pada tekanan atmosfir dapat didefinisikan sebagai penggunaan pans pada keaddan terkendali untuk membuang kandungan air yang ada pada bahan dengan cara penguapan.  

2. Pengeringan Vakum
        
        Pengeringan vakum merupakan pengeringan yang dilakukan pada kondisi vakum. pada pengeringan ini penguapan air terjadi lebih mudah karena berada pada tekanan rendah sehingga energi panas yang diperlukan untuk proses pengeringan tidak sebanyak pada tekanan atmosfer.

3. Pengeringan Beku

        Pengeringan beku dilakukan dengan cara membekukan bahan terlebih dahulu setelah itu kandungan air yang terdapat pada bahan diuapkan melalui proses sublimasi pada tekanan rendah.



Kadar Air

       Kadar air suatu bahan menunjukkan banyaknya kandungan air persatuan bobot bahan yang dapat dinyatakan dalam persen berat basah (wet basis) atau dalam persen berta kering (dry basis). Kadar air berat basah mempunyai teoritis sebesar 100 %, sedangkan kadar air berat kering dapat lebih dari 100 %. Kadar air berat basah (bb) adalah perbandingan antara berat air yang ada dalam bahan dengan berat total bahan.

            Kadar air berat basah dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut :

dimana : m  = Kadar air berat basah (%bb)
            Wm = Berat air dalam bahan (g)
             Wd = Berat padatan dalam bahan (g) atau berat bahan kering mutlak
             Wt  = Berat total (g)


             Kadar air berat kering (bk) adalah perbandingan antara berat air yang ada dalam bahan dengan berat padatan yang ada dalam bahan. Kadar air berat kering dapat ditentukan dengan persamaan berikut :





dimana : M   = Kadar air berat kering (%bk)
              Wm = Berat air dalam bahan (g)
              Wd  = Berat padatan dalam bahan (g) atau berat bahan kering mutlak


             Berat bahan kering mutlak adalah berat bahan setelah mengalami pengeringan dalam waktu tertentu sehingga beratnya konstan. Pada proses pengeringan, air yang terkandung dalam bahan tidak dapat seluruhnya diuapkan, meskipun demikian hasil yang diperoleh disebut juga sebagai berat bahan kering.


Contoh Soal


          Berapa jumlah air yang terdapat dalam 1 ton kedelai yang berkadar air 25 % (b.b) ? dan berapa kadar air kedelai tersebut bila dinyatakan dalam % b.k ?

Penyelesaian :

        Di dalam analisis bahan pangan, biasanya kadar air bahan dinyatakan dalam persen berat kering. Hal ini disebabkan perhitungan berdasarkan berat basah mempunyai kelemahan yaitu berat basah bahan selalu berubah-ubah setiap saat, sedangkan berat bahan kering selalu tetap. Metode pengukuran kadar air yang umum dilakukan di Laboratorium adalah metode oven atau dengan cara destilasi. Pengukuran kadar air secara praktis di lapangan dapat dilakukan dengan menggunakan moisture meter yaitu alat pengukur kadar air secara elektronik. 


BAB 1 - Pendahuluan




 Han Oktariansyah ~ 05021181520015 
Syaeful Arifin ~ 05021181520014 
Wahyu Surya ~ 05021381520058  
Cindy Claudia ~ 05021381520049

        Bidang pertanian menghasilkan produk pertanian yang beragam mulai dari sayur – sayuran, buah – buahan, biji – bijian dan lain – lain.  Hasil pertanian tersebut dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi keperluan dan kebutuhannya.  Hasil atau produk pertanian memiliki mutu yang beragam, dari mutu yang rendah, menengah hinga yang tinggi.  Pengoptimalan hasil pertanian dapat dilakukan melalui pengolahan yang baik sehingga menambah nilai estetika dari produk tersebut.  Aplikasi teknik pengolahan hasil pertanian merupakan solusi untuk permasalahan tersebut.
   Pengeringan adalah proses perpindahan massa air dari suatu zat padat atau semi padat dengan menggunakan penguapan.  Proses ini merupakan tahap akhir dari proses produksi sebelum dikemas. Produk yang telah dikeringkan akan menjadi produk yang padat dalam wujud bubuk maupun potongan besar meski bahan awal sebelum pengeringan adalah benda semi padat.  Sumber panas dan cara penghantaran panas dibutuhkan dalam pengeringan. Tujuan dari proses pengeringan untuk mencegah pertumbuhan bakteri sehingga mutu dari suatu produk akan lebih bertahan lebih lama.

Produksi, Pengawetan dan Perdagangan Bijian

        Biji-bijian di beberapa tempat dianggap sebagai bahan pangan dan makanan pokok. oleh sebab itu kita perlu memproduksi, mengawetkan dan memasarkan biji-bijian secara optmal. bab ini merupakan pengantar mengenai produksi biji-bijian, teknik pengawetan biji-bijian, dan arah pemasaran biji-bijian. Pengertian biji-bijia
n adalah sangat luas, dan meliputi biji-bijian serealia (jagung, gandum, beras, gandum untuk bahan bir, sorgum dan millet), bijian polong atau kacang-kacangan. Jagung, padi, dan gandum adalah jenis biji-bijian  utama dan merupakan pokok sejak zaman sebelum Masehi. 


Produksi Bijian

     Produksi bijian tahunan dunia antara 1950 dan 1988 terjadinya peningkatan produksi tiap tahunnya sekitar 62 juta metrik ton menjadi 1645 juta metrik ton (Brown, 1988). Dari tahun 1984 sampai 1988, produksi berkurang karena kekeringan, erosi tanah, dan perubahan penggunaan lahan pertanian untuk keperluan non-pertanian. Konsumsi bijian dunia perkapita per tahun dari 1950 sampai 1988 terjadinya konsumsi mencapai puncak 345 Kg pada tahun1984. kemudian turun menjadi lebih kecil dari 300 Kg pada tahun 1988 untuk pertama kaliinya sejak tahun 1977.
         Jumlah total sekitar 1850 juta metrik ton. Gandum, jagung dan padi merupakan tanaman utama dalam hal jumlah berat. Amerika memproduksi hampir setengah jumlah produksi jagung dunia. Benua Asia terutama mengusahakan gandum dan padi. Benua Amerika kebanyakan mengusahakan jagung dan sergum. Gandum hitam merupakan tanaman popuer di Eropa, sedang millet populer di Asia dan Afrika.


Pengawetan Bijian

       Bijian serng dipanen pada kadar air yang terlalu tinggi untuk penyimpanan yang aman. Bijian semacam ini disebut bijian berkadar air tinggi. Perlakuan awal terhadap bijian yang baru dipanen adalah langkah penting untuk menghindarkan penurunan kualitas akibat pertumbuhan jamur. Beberapa perlakuan pasca panen yang tersedia untuk menjamin pengawetan bijian jangka pendek dan jangka panjang, meliputi penyimpanan kedap, perlakuan kimia, pendinginan dan pengeringan. Pengeringan bijian adalah metoda pengawetan bijian yang paling banyak digunakan.

Penyimpanan Kedap

       Bijian segar yang baru dipanen dapat disimpan dengan aman untuk makanan ternak pada silo kedap gas. Respirasi bijian dan mikroorganisme dengan cepat menurunkan kadar oksigen dari udara antar bijian, dari 21% menjadi lebih kecil dari 0.02% pada saat yang sama, fermentasi menyebabkan penurunan pH bijian. Mikroorganisme tidak bisa berkembang pada lingkungan semacam ini karena kekurangan oksigen dan kondisi keasaman yang tinggi.
      Kandungan air berdasar berat basah yang dianjurkan untuk penyimpanan kedap pada jagung adalah 24 - 25%, untuk gandum hitam dan oats (sejenis gandum) adalah 19 - 20%. (Lubinus, 1982). Pengisian dengan cepat dan penutupan yang tepat pada silo penting sekali untuk menghindarkan kerusakan bijian. Selama pengosongan silo, jumlah udara yang masuk tempat penyimpanan diusahakan minimum dengan menggunakan ulir pengosongan yang dirancang khusus. Bijian yang dipindah dari tempat penyimpanan kedap harus segera digunakan dalam waktu 24 jam untuk menghindari kerusakan, oleh sebab itu dilarang diperdagangkan dipasar bebas. Pengeringan kedap tidak sesuai untuk biji yang akan digunakan sebagai benih karena perkecambahan biji akan turun secara cepat pada penyimpanan kedap. Penyimpanan bijian pada kadar air tinggi memungkinkan panen awal tanpa memerlukan biaya pengeringan. Bijian dengan kadar air tinggi merupakan pilihan yang lebih efisien untuk peternakan dibanding bijian yang telah dikeringkan.          

Perlakuan Kimia

     Perlakuan pada bijian dengan kadar air tinggi menggunakan bahan kimia menimbulkan lingkungan yang bersifat asam di dalam massa bijian sehingga mencegah timbulnya jamur. (Pomeranz, 1982). Bahan kimia yang paling umum digunakan adalah asam propionic dan asam asetat. Jika asam tersebut dicampur dengan bijian, jamur yang ada disekitar tempat penyimpanan dan didalam tempat penyimpanan akan terbunuh, pH menjadi lebih rendah sampai 4.0 - 4.5, dan kelangsungan hidup benih menjadi rusak. (Hall et al., 1974). Terdapat bukti bahwa asam tersebut juga menyediakan energi yang langsung dapat dicerna oleh hewan memamah biak dan meningkatkan efisiensi pemberian makanan. (Eckhoff, 1985).
           Selain asam propionic dan asam asetat, amonia juga telah digunakan sebagai penghambat timbulnya jamur pada jagung berkadar tinggi. (Eckhoff, 1984). Sodium hidroksida (soda api) dan urea juga digunakan di Eropa Barat untuk perlakuan terhadap bahan pangan barley (Lotz, 1983). Bahan kimia juga dapat berfungsi sebagai zat pengawet sementara selama proses pengeringan secara perlahan pada jagung. (Hsieh and Bakker-Arkema, 1980).

Experience Of Paskibra

Pengalaman saya mengikuti "paskibra",  saat awal masuk SMA,  pada awalnya saya berfikir ingin rasanya bisa mengibarkan bendera agar tau gimana sih rasanya, dan pikiranku terlintas pada ekstrakulikuler PASKIBRA,  dan akhirnya saya ikut nih,  akan tetapi saat itu saya minder dikarenakan tinggiku yang 153cm dlunya paling pendek, tetapi tidak kuperdulikan karena niat yg baik, saya latihan dengan baik, dan saat itu ada event Latihan Gabungan Se-kota Palembang, Saya latihan sungguh" hingga pada akhirnya diseleksi dan hasilnya saya LULUS, saya bangga banget karena bisa mengikuti itu.
Junior A'27
​​​
Senior A'26

  • Ini foto junior dan senior sedang latihan baris berbaris
Hemmm, selama,  ikut paskibra nih, saya sering ikut event perlombaan paskibra antar sekolah nih teman, saya pernah mengikuti lomba LTBB,  dan Pengibaran Bendera,  dan Gerak Jalan, alhamdulillah nih, pada lomba Gerak Jalan mendapatkan Juara 1 Umum, rasa capek hilang ketika memegang Piala itu,  :)
"Jangan pernah takut dengan rintangan, hadapi dan yakin kita bisa melewatinya, jadilah dirimu sendiri"
Oke guys,  munkin pengalam saya cukup disini dulu ya,  nantikan kisah ceritaku yg
 menarik selanjutnya さようなら。 Han Oktariansyah 

- Copyright © Han Oktariansyah - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -